Senin, 24 Maret 2014

Selamat Ulangtahun untukmu.

Yaa, terlambat 26 sih sebenarnya. Tapi biarkan.

 Sudah satu tahun sejak tulisanku yang lalu, mungkin saja kamu yang hari ini berbeda dengan kamu yang setahun lalu. Sungguh, sepertinya kita akan semakin jauh. Dan kita telah lupa untuk saling mengingat satu sama lain, juga merasakan yang pernah terjadi dulu.

Kita sudah lama tak saling bertatap mata, tapi aku tidak pernah lupa bagaimana tatapanmu ketika menatapku. Aku belum melupakan senyumanmu yang sering kali membuatku bingung untuk mengatakannya. Ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Walau sebenarnya aku tidak ingin perpisahan ini terjadi.


Kamu mengajarkanku banyak rasa, mulai dari malu, bingung, sedih, bahagia, dan berbohong pada diri sendiri karna enggan untuk mengatakan yang sejujurnya padamu. Andaikan hidup ini adalah lagu, aku enggan mengganti lagu ini, lagu yang terdengar sangat indah..

Di umurmu yang bertambah, apakah kamu masih mengingatku? Dan semua yang pernah kita lalui dahulu kala tentang angan dan cita cita kita yang bahkan sampai sekarang belum sempat kita wujudkan.
Dulu aku tak pernah berpikir untuk mempertahankanmu, yang aku rasakan hanya aku nyaman berada di dekatmu dan aku tak ingin sedikitpun menjauh. Karena hanya kamulah satu satunya lelaki yang membuat hatiku tergoncang bila ada didekatmu :)

Sebetulnya semua tidak ada yang berubah, hanya kita yang berubah. Kini kita sudah tidak mempunyai rasa yang sama seperti dulu. Hey, berbahagialah di umurmu yang baru, ya :) semoga sukses selalu menyertaimu kapanpun dan dimanapun. Aku akan selalu mendoakanmu disini, diam diam...

Sebenarnya aku sudah tidak ingin mengingat hari bahagiamu ini, tetapi ingatanku tidak ingin melupakan sedikit pun tentangmu. Ingatan ini tiba tiba muncul lagi. Dan aku hanya ingin mengatakan,

Aku merindukanmu.

Dari sosok yang tidak terlalu penting untukmu :)

Jumat, 07 Februari 2014

Fucking stroy of me.

Yakinkan aku bahwa sebenarnya aku sudah tidak mempunyai rasa apapun kepadanya, karena aku tidak ingin rasa itu masih ada. Aku ingin membuang rasa ini jauh jauh, bahkan sampai aku lupa bahwa aku pernah mempunyai perasaan yang lebih kepadamu.

Yakinkan aku bahwa sebenarnya aku sudah melupakanmu sejak lama, aku tidak pernah memperdulikan keadaanmu lagi semenjak kamu mendepakku dari hatimu dan menggantikannya dengan orang lain. Yakinkan aku bahwa aku sudah membencimu, sangat sangat membencimu mulai saat itu juga!

Yakinkan aku, bahwa kini aku sudah benar benar tidak memperdulikanmu lagi, melupakanmu, dan membencimu. Karena memang itu yang seharusnya aku lakukan sejak dulu ketika kamu menyakiti hatiku teramat dalam..

Aku sudah melupakannya, tetapi kemudian aku teringat lagi segalanya tentang dia. Aku sudah membencinya, tetapi kemudian ada rasa seperti aku tidak bisa membencinya. Aku sudah tidak memperdulikannya, tetapi tiba-tiba ada rasa khawatir jika mendengar kabar buruk tentang dia,

---

Sebenarnya ini perasaan apa? Labil kah? Perasaanku belum stabil? Tapi kenapa, dan bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku belum 100% melupakannya padahal aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk membuang perasaanku ini, hingga yang tersisa hanya benci, muak, dan sebal ketika melihat wajahnya.

Bodoh. Aku justru sering tersenyum ketika dia melihatku, padahal entah dia melihat kearahku atau kearah yang lain, aku sering merasa bahagia jika melihat tertawa bahagia bahkan walaupun alasan dia tertawa tidak disebabkan olehku, aku senang jika dia menyapaku.. padahal hanya sapaan kecil yangsebenarnya dia berniat untuk membully ku. Tapi kenapa aku bahagia?

Aku belum benar benar bisa melupakannya, itu terlalu sulit. Aku belum bisa benar benar membencinya, dan sebenarnya aku tidak terlalu suka untuk mengatakan ini, mengatakan bahwa 'BAGAIMANA AKU BISA MEMBENCIMU, SEDANGKAN DI HATIKU SAJA SUDAH TERLEBIH DAHULU TERTANAM CINTA?'

Maaf aku muna, maaf aku pengecut.

Senin, 30 Desember 2013

I'm already gone 2013.....

Ya, pada akhirnya ternyata satu tahun nggak selama yang aku bayangkan, nggak se-indah yang aku impikan, dan nggak SEMENARIK yang aku harapkan. 2 hari menuju 2014 dan aku masih terperangkap dalam kenangan masalalu di tahun 2013 yang suram.

2 hari lagi, aku harap menjadi tahun yang lebih baik daripada tahun ini. Menjadi bulan yang penuh suka cita, bukan duka cita. Memang, tahun lalu pun aku sempat berharap seperti ini, tapi ternyata... Manusia memang hanya bisa berandai-andai, tapi tetap tuhan yang sudah merencanakan skenario yang terbaik untuk umatnya.

----

Next, aku belajar banyak di tahun ini. Bagaimana caranya bersikap sabar dan ikhlas, serta bersikap untuk menjadi kuat dan tangguh. Aku juga banyak belajar bagaimana menjadi lebih menghargai perasaan orang lain, dan belajar untuk lebih menerima keadaan,
Di tahun ini, tahun 2013 aku lebih banyak berkorban masalah hati. Kehilangan orang yang benar benar aku sayang adalah kenangan terpahit di tahun 2013. Tapi apa boleh buat? Life must go on kan? Aku harus tetap kuat dan memulai hidup baruku tanpa dia.

Ya sudahlah, aku harus tetap melanjutkan hidupku yang baru di tahun depan. Terimakasih sudah melukiskan kenangan yang menyakitkan, aku akan menganggap semua itu sebagai langkahku untuk menjadi dewasa dan tetap maju. Terimakasih juga untuk kenangan yang indah, aku nggak akan pernah melupakanmu dan kenangannya :)

Cukup ini, aku ngga akan mau terluka lagi untuk kesekian kalinya. Cukup sudah pengalaman kelam dan menyakitkan aku tutup di tahun 2013, aku pastikan tidak akan ku ulangi di tahun berikutnya.

---

Next, harapanku di tahun depa... Semoga aku :
-menjadi pribadi yang lebih dewasa
-mampu membanggakan kedua orang tuaku, dan membuat orang yang berada di sekitarku bahagia karna kehadiranku
-sukses dalam menjalani hidup, dan lebih tabah dalam menghadapi cobaan, serta tidak banyak mengeluh
-lulus UNAS dengan hasil yang memuaskan dan masuk ke SMA yang aku inginkan
-semakin rajin ibadah dan berbuat kebaikan
-mampu memaafkan orang orang yang menyakitiku dengan hati ikhlas dan tanpa menyimpan dendam
-melupakan orang yang pernah menyakitiku di tahun lalu, dan memaafkan semua kesalahannya
-menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Sebenarnya masih banyak yang lain, ya sudah sampai disini saja entrinya.
Bye 2013, I'm already gone. Hello 2014, be a nice year please!! :))

Jumat, 13 Desember 2013

Hari ini, tanggal 13 Desember 2013 pukul 16:06. Aku menulis entri ini dengan hati yang tak karuan dan perasaan yang kacau dan abstrak. Aku bingung harus memulai dari mana karna banyak hal mengganjal yang sebenarnya ingin aku luapkan. Hanya saja aku bingung harus memulai kapan dan darimana.

 -------

Ya, aku terkadang muak dengan hidupku sendiri. Terkadang aku merasa serba salah, merasa bodoh, bahkan sempat berfikir bahwa hidupku ini sia sia. Aku berfikir bahwa apa gunanya aku hidup jika hanya untuk menyakiti perasaan temanku, membuat orang lain marah dan kecewa kepadaku.
Aku muak jika setiap hari aku dihantui oleh perasaan bersalah yang hina dan menjijikkan itu! Aku selalu merasa marah pada diriku sendiri jika melihat sikapku yang membuat orang lain bersedih.

-------

Iya, aku tau aku salah dan aku tau aku tidak selalu benar. Tapi apa salahnya jika kamu berterus terang kepadaku tanpa harus membuatku merasa serba salah dengan ocehanmu di sosmed itu?
Kamu justru akan membuatku merasa terpukul dengan semua bualanmu itu. Ya, aku sebenarnya tidak 'semuanya' tahu jika itu untuk aku. Tapi aku tetap merasa lah, perasaanku masih peka dan aku masih sadar diri kok.

-------

Kamu boleh bilang apapun maumu kok, bilang saja di depan mukaku. Kalau perlu hina aku di depan muka ku, agar aku tau dan bisa memperbaiki sifat dan kesalahanku.
Dan asal kamu tau, akan lebih terasa menyakitkan bila kamu bersikap manis di depanku dan bersifat seperti iblis yang membenciku di belakang.


Semoga kamu sadar dan kamu mengerti.
Love,

Pemilik blog ini!

Kamis, 12 Desember 2013

Sesulit ini kah?

Pfttt... Lagi lagi aku teringat kembali akan sosokmu dan kenangan yang telah kau beri.
Sesulit ini kah melupakanmu yang sudah terlalu dalam menyakitiku? Bodohnya aku, padahal aku harusnya melupakanmu semudah kamu melupakanku dan tidak mempedulikan aku lagi.

Tapi entah mengapa aku berbeda, mengapa aku sulit sedangkan kamu begitu mudahnya mendapatkan gadis lain tanpa memikirkan perasaanku yang belum bisa utuh kembali lagi ini...
Apa harus selama inikah waktuku untuk ber-adaptasi menerimamu bersama wanita wanitamu yang baru tanpa menghiraukanku?
Sungguh, asalkan kamu tahu. Rasanya teramat pedih dan menyakitkan, kamu yang dulu pernah berjanji tidak akan melupakan aku nyatanya sekarang dengan mudah melupakanku.

Kamu!! Kenapa tidak segera pergi saja? Aku muak jika harus merasakan sakit ketika harus melihatmu tersenyum bahagia, sedangkan aku masih dalam bayangan masa lalumu yang abstark itu.

Doakanlah aku, semoga aku bisa dengan cepat melupakanmu dan tidak menampakkan wajahku lagi di hadapanmu. Doakan semoga aku cepat pergi dari hidupmu...
Doakan aku semoga omonganku tidak sekedar omong kosong, doakan aku semoga semuanya bisa terwujud :)

Minggu, 17 November 2013

Perasaan tidak terbalaskan

Selamat sore, cinta tak terbalaskan.


Aku hanya telah lama tidak menyapamu dengan rayuan yang semestinya. Padahal, aku sangat ingin menyapamu lalu berbicara tentang cerita lama. Aku juga sudah lama tidak mendengar seruanmu. Ah, lupakan. Hal seperti ini tidak seharusnya tabu dibicarakan.
Namun bahagiamu bukanlah bersamaku. Seiring waktu berjalan, engkau serasa memperbesar langkahmu untuk menjauh. Yang kau tau aku bahagia, lalu tidak pernahkan terlintas dalam benakmu terkadang aku memikirkanmu?
Ini seharusnya memang tabu dibicarakan. Namun, aku terlanjur menangisi terlalu dalam semua ini. Perasaan tak terbalas ini sudah sangat kuusahakan tersimpan jauh didalam diriku saja. Sayangnya mereka sudah terlanjur meluap dan membanjiri silabel dalam paragraf ini.
Aku memang menyadari semua telah berubah. Kamu pergi dan sekarang tiada yang dapat kuperbuat untuk membuatnya kembali. Aku memang menyadari semua telah berubah, sehingga membuatku tahu dulu aku pernah suka kepada sosokmu. Aku memang menyadari semua telah berubah, dan hal ini mau tidak mau membawaku berubah menjadi seorang manusia yang tadinya diam, berlalu didalam mimpi yang terjal.
Aku menyadari semua berubah, baik aku maupun kamu. Sayangnya aku tidak dapat kembali seperti semula, menjadi sosok yang kau kagumi itu. Aku hanya tidak bisa.
Ini hanya seperti.... 
Piring yang kau genggam sudah pecah karena guncangan. Lalu kau mengambilnya dan menyusunnya menjadi serpihan yang tergabung. Kau rekatkan satu persatu. Akankah itu sempurna kembali?
---
Aku lelah dengan drama yang selama ini mereka perbuat. Selebihnya, muak. Mereka bercerita tentang dirimu, tanpa tahu itu menggoyak perasaanku. Lalu dilain sisi mereka juga melakukan hal yang sama kepada dirinya. 
Ia memintaku untuk tahu betapa bahagianya ia sekarang, tanpa mengerti aku punya perasaan. Perasaan yang ku tutup tutupi, sehingga mereka menaruh curiga terhadapku. Aku lelah untuk mendengarkan kau dengannya, Namun aku sebenarnya tidak apa-apa. Hanya saja, pernah kau sadar semua itu berlebihan?
---
Dan terjatuhlah aku kepada sang langit malam. Bintang yang bertabur, dan rembulan yang selalu berubah. Dititik ini aku melepas dirimu, meteor yang terjatuh dalam bumi. 

Rasaku untukmu terhanyut dalam alir sungai tanpa hulu. Lalu terhampaslah aku dalam kekosongan, sendiri dan bahagia.

Sabtu, 26 Oktober 2013

If this was a movie

Andaikan hidup seperti film atau FTV yang selalu berakhir manis dan menyenangkan. Andai hidup seperti itu, mungkin tak akan pernah ada orang menderita disini.
Andai aku hidup seperti di film, aku tak akan merasakan sakitnya kehilangan di akhir.
Andai ini film, aku akan merencanakan skenario hidupku sendiri. Aku akan membuat skenario itu sebaik mungkin, tanpa ada siapapun yang terluka. Aku akan merancangnya sebaik mungkin, tak akan aku biarkan ada salah satu adegan yang membuatku menangis, akan aku hilangkan sedih, kehilangan, menyesal, cemas, dan saling membenci.

Andai aku bisa mengatur skenario hidupku sendiri, aku pasti tak akan kehilanganmu. Setelah hampir 6 bulan berlalu, dan aku masih...I still love you, still the same as first meeting. Aku tak bercanda, semuanya terjadi secara alami, tak ada rekayasa ataupun sandiwara disini.
Andai hidup ini seperti film, akan aku ubah skenario hidupku yang sekarang. Aku akan mengubahnya menjadi lebih baik, dan menyuruhmu untuk kembali padaku. Ya itu yang aku mau.

Comeback comeback comeback to me..........
Aku bukan munafik, aku bukan naif. Tapi ini kenyataannya, aku bisa apa? Aku tak bisa mengubahnya.
Flashback disaat aku masih bersamamu, dan aku masih dan selalu akan ingat saat kamu berkata padaku, "Tak ada yang akan berubah, akan tetap sama seperti sebelumnya. Aku dan kamu, tak akan pernah berpisah sampai kapanpun. Karna aku menyayangimu." Yayaya, aku sadar. semua itu sudah tak berlaku kan sekarang? Aku cukup sadar, dan cukup tahu bahwa semua perkataanmu di masa lampau itu ada masa berlakunya. Dan sekarang, masa berlakunya sudah habis, dan bisa diperpanjang? Tidak.

Andai semua ini seperti film............. Aku tak akan terlalu berharap seperti ini!
Aku pasti akan tidak akan banyak ber andai-andai seperti ini.