Bolehkah aku bersandar di pundakmu? Sejenak, untuk bercerita semua keluhku?
Bolehkah aku menangis sebentarrr saja.. untuk membuat semua terasa ringan?
Janji ya.. temani aku menghabiskan semua kesedihanku malam ini..
Dengarkan semua isi hatiku ya?
Sepertinya aku kehabisan kata-kata ya, apakah karna semuanya telah jatuh menjadi bulir airmata? sehingga tidak dapat lagi kurangkai setiap kata?
Aku memang pernah berkata, aku kuat. tapi, tidak bisakah sejenak aku menjadi manusia biasa? Aku hanya tidak ingin berpura-pura kuat di depan mereka semua.. Tidak bolehkah aku mengeluh? Sekejap saja..
Janji ya, temani aku menghabiskan dinginnya rintik hujan saat ini.
Aku takut, takut menghadapi senja. Aku takut senja kembali mengingatkanku padanya. Di langit senja begitu banyak namanya tertambat diantara langit merah, atau malam...
Aaku lelah.. aku ingin dimengerti sekali saja..
Aku tak tahu sudah seberapa banyak aku mengerti. Tapi kali ini cukup, aku sudah benar-benar mengerti.
Mungkin memang tak seberapa sering, tapi aku yakin aku lebih banyak mengerti. Aku selalu memaklumi. Tapi kumohon, kali ini biarkan aku yang dimengerti..
Karena aku sudah cukup lelah menghadapi hidup..
Menghadapi kenyataan bahwa aku tak luar biasa, bahwa hatiku ternyata sedang rapuh, bahwa aku sedang ingin banyak tersenyum, bahwa aku tak ingin lagi menangis. Sulit memang.
Air mata itu seperti teman, selalu ada dan tak ada habisnya. Tapi ku yakin bisa, karena biasanya selalu bisa..
Ini hanya kali ini, aku ingin di dengar. Aku ingin dimengerti, aku sedang di ambang kerapuhanku.
Meski disisi lain aku ingin tahu, sejauh mana aku bisa bertahan. Bahwa aku tegar. Bahwa aku mampu melewati semua ada masanya..