Sabtu, 26 Oktober 2013

If this was a movie

Andaikan hidup seperti film atau FTV yang selalu berakhir manis dan menyenangkan. Andai hidup seperti itu, mungkin tak akan pernah ada orang menderita disini.
Andai aku hidup seperti di film, aku tak akan merasakan sakitnya kehilangan di akhir.
Andai ini film, aku akan merencanakan skenario hidupku sendiri. Aku akan membuat skenario itu sebaik mungkin, tanpa ada siapapun yang terluka. Aku akan merancangnya sebaik mungkin, tak akan aku biarkan ada salah satu adegan yang membuatku menangis, akan aku hilangkan sedih, kehilangan, menyesal, cemas, dan saling membenci.

Andai aku bisa mengatur skenario hidupku sendiri, aku pasti tak akan kehilanganmu. Setelah hampir 6 bulan berlalu, dan aku masih...I still love you, still the same as first meeting. Aku tak bercanda, semuanya terjadi secara alami, tak ada rekayasa ataupun sandiwara disini.
Andai hidup ini seperti film, akan aku ubah skenario hidupku yang sekarang. Aku akan mengubahnya menjadi lebih baik, dan menyuruhmu untuk kembali padaku. Ya itu yang aku mau.

Comeback comeback comeback to me..........
Aku bukan munafik, aku bukan naif. Tapi ini kenyataannya, aku bisa apa? Aku tak bisa mengubahnya.
Flashback disaat aku masih bersamamu, dan aku masih dan selalu akan ingat saat kamu berkata padaku, "Tak ada yang akan berubah, akan tetap sama seperti sebelumnya. Aku dan kamu, tak akan pernah berpisah sampai kapanpun. Karna aku menyayangimu." Yayaya, aku sadar. semua itu sudah tak berlaku kan sekarang? Aku cukup sadar, dan cukup tahu bahwa semua perkataanmu di masa lampau itu ada masa berlakunya. Dan sekarang, masa berlakunya sudah habis, dan bisa diperpanjang? Tidak.

Andai semua ini seperti film............. Aku tak akan terlalu berharap seperti ini!
Aku pasti akan tidak akan banyak ber andai-andai seperti ini.

Minggu, 06 Oktober 2013

Apa salah aku jatuh cinta?

Tuhan, aku ingin cerita

Tuhan Boleh sedikit bercerita? Aku sedang ingin banyak sekali bercerita. Aku selalu ingin banyak bercerita. Aku belum berganti topik. Masih tentang hal dan topik yang sama, "DIA"
Susah ya rasanya berpindah topik menjadi orang lain selain dia...


Tuhan... Aku tau perpisahan yang kau ciptakan adalah yang terbaik untukku.  Bukankah itu artinya kau memberiku seseorang yang lebih baik dari dia Tuhan? Tapi kalau ini yang terbaik untukku, mengapa aku tak merasakan bahagia? Apa yang salah dari aku Tuhan?

Tuhan... Maaf aku munafik. Aku berkata sudah tak ada sedikitpun perasaan untuknya, aku berkata aku sudah melupakannya, bahkan aku sudah membencinya. Padahal, di dalam hati perasaan ini selalu menggebu Tuhan....

Tuhan... Dia sudah bahagia bersama yang lain, temanku. Dia yang terbaik untuknya. Dia bahagia bersamanya, dia merasa nyaman ketika di dekatnya.
Tuhan... Apa aku salah jika di setiap doaku, aku masih menyebut namanya dalam doaku?
Aku takut berdosa, aku takut menyakiti perasaan seseorang.
Tapi aku masih mencintainya, meskipun perasaanku sudah tak sedalam dulu.....

Tuhan... Engkau tau kan bagaimana perasaanku? Berikan semua yang terbaik untukku. Aku tak minta banyak hal. Cukup hilangkan dia dari hati dan pikiranku.
Engkau tau kan Tuhan, mencintainya adalah perasaan yang sangat menyiksa dan menyakitkan.
Aku sering bilang di setiap doaku kan Tuhan?
Aku selalu bilang, mencintainya adalah hal terindah dan terburuk yang pernah aku rasakan.

Tuhan........ Buang rasaku untuknya secepat mungkin.
Aku takut bila suatu saat akan ada hati yang terluka.
Cukup aku yang terluka Tuhan, jangan orang lain. Sebab mencintai tanpa ada tanggapan adalah hal yang menyakitkan..........