Aku hanya
telah lama tidak menyapamu dengan rayuan yang semestinya. Padahal, aku
sangat ingin menyapamu lalu berbicara tentang cerita lama. Aku juga
sudah lama tidak mendengar seruanmu. Ah, lupakan. Hal seperti ini tidak
seharusnya tabu dibicarakan.
Namun
bahagiamu bukanlah bersamaku. Seiring waktu berjalan, engkau serasa
memperbesar langkahmu untuk menjauh. Yang kau tau aku bahagia, lalu
tidak pernahkan terlintas dalam benakmu terkadang aku memikirkanmu?
Ini seharusnya
memang tabu dibicarakan. Namun, aku terlanjur menangisi terlalu dalam
semua ini. Perasaan tak terbalas ini sudah sangat kuusahakan tersimpan
jauh didalam diriku saja. Sayangnya mereka sudah terlanjur meluap dan
membanjiri silabel dalam paragraf ini.
Aku memang
menyadari semua telah berubah. Kamu pergi dan sekarang tiada yang dapat
kuperbuat untuk membuatnya kembali. Aku memang menyadari semua telah
berubah, sehingga membuatku tahu dulu aku pernah suka kepada sosokmu.
Aku memang menyadari semua telah berubah, dan hal ini mau tidak mau
membawaku berubah menjadi seorang manusia yang tadinya diam, berlalu
didalam mimpi yang terjal.
Aku menyadari
semua berubah, baik aku maupun kamu. Sayangnya aku tidak dapat kembali
seperti semula, menjadi sosok yang kau kagumi itu. Aku hanya tidak bisa.
Ini hanya seperti....
Piring yang
kau genggam sudah pecah karena guncangan. Lalu kau mengambilnya dan
menyusunnya menjadi serpihan yang tergabung. Kau rekatkan satu persatu.
Akankah itu sempurna kembali?
---
Aku lelah
dengan drama yang selama ini mereka perbuat. Selebihnya, muak. Mereka
bercerita tentang dirimu, tanpa tahu itu menggoyak perasaanku. Lalu
dilain sisi mereka juga melakukan hal yang sama kepada dirinya.
Ia memintaku
untuk tahu betapa bahagianya ia sekarang, tanpa mengerti aku punya
perasaan. Perasaan yang ku tutup tutupi, sehingga mereka menaruh curiga
terhadapku. Aku lelah untuk mendengarkan kau dengannya, Namun aku sebenarnya tidak apa-apa. Hanya saja, pernah kau sadar semua itu berlebihan?
---
Dan
terjatuhlah aku kepada sang langit malam. Bintang yang bertabur, dan
rembulan yang selalu berubah. Dititik ini aku melepas dirimu, meteor
yang terjatuh dalam bumi.
Rasaku untukmu terhanyut dalam alir sungai tanpa hulu. Lalu terhampaslah aku dalam kekosongan, sendiri dan bahagia.