Ada apa denganku? Kenapa aku kembali mengingatm? Kenapa aku kembali mengingat kita yang dulu pernah ada? Kenapa aku rindu saat saat kita masih bersama? Kenapa kenangan kita tak bisa begitu saja hilang? Aku benci. Kenapa bisa seperti ini........ Aku benci mengingat semua tentang kita. Semua itu membuatku tersiksa, membuatku hancur, membuatku sesaaaakkk!!! Aku benci kenangan. Aku benci kenangan yang kau ciptakan dulu. Aku benci mengingatmu!!!
Kamu seharusnya pergi sejauh jauhnya dari hidupku, agar aku tak lagi mengingatmu. Kamu.... Kenapa sangat sulit dilupakan? Apa yang harus aku lakukan? Aku...... aku benci diriku sendiri. Aku benci diriku sendiri ketika tak bisa melupakanmu. Bodoh memang, kenapa kamu sangat sulit dilupakan, padahal kamu lah yang sering membuatku terluka.
Dan...... Aku benci kembali menatap matamu, rasanya masih sama seperti dulu. Kenapa aku masih merasa kamu adalah milikku? Tolol memang, tapi entahlah.... itu yang aku rasakan sekarang..
Aku hanya berharap, suatu saat nanti aku dan kamu akan bertemu. Kamu bersama kekasihmu yang baru. dan kau memperkenalkannya padaku, dan aku menyambutnya dengan hangat sambil menggenggam erat jemari kekasihku yang berhasil menghapus mendung di hari-hariku.
Terimakasih untuk tawa yang kau titipakn pada setiap candamu di ujung malam. Sekarang aku sadar , betapa sosok yang pernah membuatku tertawa paling kencang juga adala pria yang bisa membuatku menangis paling kencang.
Thankyou for the memories, and everything. Bye.....
Rabu, 28 Agustus 2013
Dia dan dirimu.
Aku tau tak selamanya aku terpuruk dalam kesedihan ketika kamu menyakiti dan pergi begitu saja. Dan aku tau tak selamanya aku selalu menangis saat melihatmu bersama dia, yang sekarang mengisi hari-harimu.
Kehilanganmu, membuat aku mengerti arti cinta yang sebenarnya. kesabaran, keikhlasan, kesetiaan, yaa meskipun mungkin kamu tak menganggap pengorbananku untuk mempertahankanmu dulu...
Sampai dia datang. Dan mengobati lukaku, memulihkan perasaanku. Dan membuatku kembali tersenyum. Dia berbeda denganmu, tak pernah membuatku sakit se sakit yang aku rasakan saat aku bersamamu dulu. Dia baik, tak pernah kasar sepertimu dulu. Aku merasa nyaman saat bersamanya, tak ada beban apapun. Aku merasa aman saat bersama dia, meskipun dulu aku juga merasa nyaman saat bersamamu.
Entah , tapi dia hebat. Dia mampu membuatku percaya, setelah dulu aku beranggapan bahwa 'cowok itu sama saja, gak setia!" dia mampu menepiskan pendapatku. Dia membuatku merasa "Aku beruntung memilikinya".
Di satu sisi aku bersedih kehilanganmu. Tapi di sisi lain, aku berterimakasih kepadamu. Berkat kamu menyaktiku, aku bisa menemukan sosok yang lebih baik darimu, DIA. Tapi luka yang kau buat masih tetap membekas, ibarat paku yang sudah tertancap di dinding, meskipun dicabut akan tetap terlihat bekasnya. Tenang saja, aku tak akan membalasmu. Aku sudah melupakannya, ak anggap semuanya sebagai pelajaran untuk membuat hidupku lebih baik. Toh itu semua hanya masalalu. Sudah yaa, boleh kan namamu aku hapus dari otak dan hatiku? Maaf... Kamu bukan trending topic di hatiku lagi. Karna dia yang membuatku utuh kembali dari luka ku.
Terimakasih kamu, kamu mengajari aku arti cinta yang sesungguhnya. terimakasih sempat membuatku tertawa karna ulahmu, terimakasih juga sempat membuatku menangis juga karnamu. Kamu yang terindah. Bahagia bersama pilihanmu yang baru..
Terimakasih juga buat dia, yang perlahan telah mengobati lukaku, dan membuatku bangkit kembali. Jangan sakiti aku ya, aku tak ingin merasakan luka lagi. Pengalamanku sebelumnya sudah cukup membuatku hancur dan terluka.
FOR YOU : F N F .
Kehilanganmu, membuat aku mengerti arti cinta yang sebenarnya. kesabaran, keikhlasan, kesetiaan, yaa meskipun mungkin kamu tak menganggap pengorbananku untuk mempertahankanmu dulu...
Sampai dia datang. Dan mengobati lukaku, memulihkan perasaanku. Dan membuatku kembali tersenyum. Dia berbeda denganmu, tak pernah membuatku sakit se sakit yang aku rasakan saat aku bersamamu dulu. Dia baik, tak pernah kasar sepertimu dulu. Aku merasa nyaman saat bersamanya, tak ada beban apapun. Aku merasa aman saat bersama dia, meskipun dulu aku juga merasa nyaman saat bersamamu.
Entah , tapi dia hebat. Dia mampu membuatku percaya, setelah dulu aku beranggapan bahwa 'cowok itu sama saja, gak setia!" dia mampu menepiskan pendapatku. Dia membuatku merasa "Aku beruntung memilikinya".
Di satu sisi aku bersedih kehilanganmu. Tapi di sisi lain, aku berterimakasih kepadamu. Berkat kamu menyaktiku, aku bisa menemukan sosok yang lebih baik darimu, DIA. Tapi luka yang kau buat masih tetap membekas, ibarat paku yang sudah tertancap di dinding, meskipun dicabut akan tetap terlihat bekasnya. Tenang saja, aku tak akan membalasmu. Aku sudah melupakannya, ak anggap semuanya sebagai pelajaran untuk membuat hidupku lebih baik. Toh itu semua hanya masalalu. Sudah yaa, boleh kan namamu aku hapus dari otak dan hatiku? Maaf... Kamu bukan trending topic di hatiku lagi. Karna dia yang membuatku utuh kembali dari luka ku.
Terimakasih kamu, kamu mengajari aku arti cinta yang sesungguhnya. terimakasih sempat membuatku tertawa karna ulahmu, terimakasih juga sempat membuatku menangis juga karnamu. Kamu yang terindah. Bahagia bersama pilihanmu yang baru..
Terimakasih juga buat dia, yang perlahan telah mengobati lukaku, dan membuatku bangkit kembali. Jangan sakiti aku ya, aku tak ingin merasakan luka lagi. Pengalamanku sebelumnya sudah cukup membuatku hancur dan terluka.
FOR YOU : F N F .
Jumat, 02 Agustus 2013
I'm already GONE...
Baru terasa sekarang rupanya ..
Kamu semakin sulit dilupakan, kenangan yang dulu masih terus melekat, senyummu masih terus teringat di otakku, suaramu masih sangat jelas terekam. Rasanya sulit untuk dilupakan, dan tak mungkin aku lupakan..
Aku bisa, aku bisa terus mengingatmu tanpa mengganggumu, aku juga bisa masih terus memperhatikanmu tanpa kau ketahui. Percayalah.. Aku tak akan mengganggumu yang telah berbahagia bersamanya..
Aku juga tak akan merusak kebahagiaan kalian, karna aku tau. rasanya sangat pedih. Aku pernah merasakannya, dulu..
Siapa juga yang akan tega merusak hubungan orang? Aku tak akan tega. Tapi... apa aku salah jika aku tetap memilih bertahan? Aku janji.. aku tak akan mengganggumu, aku sudah mulai bisa melupakanmu, meskipun belum seratus persen. Aku selalu berusaha tak mengingatmu setiap hari, tapi kenapa selalu ada saja kejadian yang kembali mengingatkanku padamu. Aku benci.
Andai saja aku boleh memilih, aku memilih tidak pernah mengenalmu daripada harus berakhir menyakitkan seperti ini. Aku juga akan memilih untuk tidak pernah menyayangimu kalau akhirnya kamu susah untuk dilupakan.
Boleh ya aku tetap seperti ini, aku akan lebih merasa terbebani kalau harus melupakanmu dengan terpaksa.
Tapi apa aku masih boleh menyayangimu? Ah... aku tau, aku sudah tak ada hak. Tak apa, aku yang akan pergi. Aku rela :') asal jangan orang lain yang merasakan.
Tapi, masih pantaskah aku cemburu melihatmu bersama dia? AKU TAK PANTAS CEMBURU! Harusnya aku pergi jauh dari hidup kalian.
Maaf aku lancang masih mempunyai perasaan ini, aku berjanji untuk segera pergi dari hidup kalian. Berbahagialah... Aku turut bahagia untuk kalian :)
Kamu semakin sulit dilupakan, kenangan yang dulu masih terus melekat, senyummu masih terus teringat di otakku, suaramu masih sangat jelas terekam. Rasanya sulit untuk dilupakan, dan tak mungkin aku lupakan..
Aku bisa, aku bisa terus mengingatmu tanpa mengganggumu, aku juga bisa masih terus memperhatikanmu tanpa kau ketahui. Percayalah.. Aku tak akan mengganggumu yang telah berbahagia bersamanya..
Aku juga tak akan merusak kebahagiaan kalian, karna aku tau. rasanya sangat pedih. Aku pernah merasakannya, dulu..
Siapa juga yang akan tega merusak hubungan orang? Aku tak akan tega. Tapi... apa aku salah jika aku tetap memilih bertahan? Aku janji.. aku tak akan mengganggumu, aku sudah mulai bisa melupakanmu, meskipun belum seratus persen. Aku selalu berusaha tak mengingatmu setiap hari, tapi kenapa selalu ada saja kejadian yang kembali mengingatkanku padamu. Aku benci.
Andai saja aku boleh memilih, aku memilih tidak pernah mengenalmu daripada harus berakhir menyakitkan seperti ini. Aku juga akan memilih untuk tidak pernah menyayangimu kalau akhirnya kamu susah untuk dilupakan.
Boleh ya aku tetap seperti ini, aku akan lebih merasa terbebani kalau harus melupakanmu dengan terpaksa.
Tapi apa aku masih boleh menyayangimu? Ah... aku tau, aku sudah tak ada hak. Tak apa, aku yang akan pergi. Aku rela :') asal jangan orang lain yang merasakan.
Tapi, masih pantaskah aku cemburu melihatmu bersama dia? AKU TAK PANTAS CEMBURU! Harusnya aku pergi jauh dari hidup kalian.
Maaf aku lancang masih mempunyai perasaan ini, aku berjanji untuk segera pergi dari hidup kalian. Berbahagialah... Aku turut bahagia untuk kalian :)
Langganan:
Postingan (Atom)