Singkat cerita, saya merindukanmu. Tapi nyatanya kamu merindukannya.
Cintaku memang tak pernah terbalas, dari dulu aku hanya bisa mengagumi tanpa dicintai.
Memang sakit rasanya, tapi aku berusaha tidak memperlihatkan kepada siapapun, termasuk sahabatku.
Berkali-kali aku sudah mencoba move on, tapi selalu nggak bisa. Dia sudah terlalu dalam merasuki pikiranku, terlalu lama berada di hatiku, dan terlalu cepat singgah di otakku.
Apa istimewanya kamu? Sampai sampai kamu jadi sulit dilupakan seperti ini.
Dari dulu, cuman aku yang bisa mencintaimu dengan tulus seperti ini. Bahkan aku nggak rela melihatmu disakiti oleh orang-orang yang kamu cintai.
Diantara barisan hari yang selalu cepat terlewati, aku tetaplah seseorang yang sulit menahan rindu dan selalu ingin tau kabar tentangmu. Memendam rindu, membiarkan semuanya basi, lalu sama-sama menyimpan luka sendiri. Terkadang, kalau terlalu rindu, dan aku tak menemukan cara utnuk menghilangkannya, aku hanya bisa membaca pesan singkatmu yang sangat ingin aku terima lagi sejak 3 bulan yang lalu tak pernah aku terima darimu.
Entah, mungkin dia sudah bosan berikirim pesan padaku? Karena aku terlalu membosankan. Atau kamu sudah membenciku? Aku nggak tau. Aku hanya bisa berharap dan terus berharap besok atau suatu saat, kamu akan mengirimi ku pesan lagi. Karena aku tak pernah punya nyali untuk mengirimi mu pesan.
Yaa, aku hanya menunggu hal yang tak pasti. Tapi aku senang, dan itu tidak membosankan. Karna aku tidak pernah bosan menunggu seseorang yang aku sayang. Dan aku berusaha tidak akan pernah mengabaikan pesan darimu. Karna itu, yang aku tunggu selama ini. Semoga kamu sadar ya?
------------------------------------------------------------------
Aku tau aku bodoh, aku tau aku menunggu hal yang tak pasti, aku tau harapanku nggak akan pernah terwujud. Tapi aku tau, hatiku nggak pernah berhenti untuk berharap :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar